Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Selasa, 09 Januari 2018

"Sang Penjaga Waktu"-nya Mitch Albom

Hasil gambar untuk novel sang penjaga waktu

Waktu? Waktu selalu dijadikan alasan atau jawaban dari segala pertanyaan. Misal ketika ada musibah, pasti akan selalu ada nasihat yang datang dan mengatakan 'biarkan waktu yang menjawab' atau 'semua akan baik baik saja seberjalannya waktu'. Jadi, seberapa hebatkah sang waktu tersebut berhasil mengobati luka? berhasil membawa penantian panjang menjadi kebahagiaan? Selalu tertarik dengan buku atau film yang membahas tentang waktu.

Sebenernya siapa yang menamakan dia itu 'waktu'. Siapa yang awal mula menjadikan 60 detik adalah 1 menit? 60 menit berarti 1 jam? dan dalam sehari terdapat 24 jam? Siapa yang pernah benar-benar mengukurnya? Dan standar tersebut ditetapkan di seluruh dunia. Semua itu ada di awal mula cerita dalam buku karya Mitch Albom "Sang Penjaga Waktu". 

Pada zamannya, ada seorang pria bernama Dor yang berani-berani nya mengukur anugerah terbesar Tuhan yaitu waktu. Dia menghabiskan masa hidupnya untuk mengukur waktu menggunakan batu, tongkat sampai mangkuk. Karena sudah berani mengukur anugerah tersebut dia dihukum dan dilempar ke dunia untuk menyadarkan dua manusia yang meminta tambahan waktu dalam hidupnya. Ialah Sarah dan Victor. 

Sarah memohon untuk mempercepat waktu disaat dia sedang jatuh cinta terhadap seseorang. Meminta waktu untuk cepat berlalu, agar dia bisa segera kencan dan bertemu dengan gebetannya.  Dan meminta waktu berhenti saat dia sedang berada dengan gebetannya. Namun ketika akhirnya mengetahui bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, dia mencoba untuk bunuh diri mengakhiri 'waktu' hidup yang dia punya.

Lain halnya dengan Victor yang selalu merasa kehabisan waktu. Karena kanker stadium akhir yang sedang dia derita, dia meminta tambahan waktu agar hidupnya lebih lama di dunia. Karena dia seorang pembisnis kaya, maka dia menghabiskan banyak uangnya untuk mencoba operasi krionika. Dimana sebelum benar-benar meninggal, badannya dimasukkan ke dalam kolam air dingin dan jasadnya dimasukkan ke dalam tabung berharap sel syaraf tidak ikut mati. Dan suatu saat bisa diaktifkan kembali dalam arti Victor bisa hidup kembali. Seperti melawan takdir yang sudah Tuhan gariskan, bukan?

Dan Dor adalah utusan dari Tuhan yang bertugas untuk 'menyadarkan' mereka tentang betapa waktu yang dimiliki itu berharga. Bersyukur atas waktu yang sudah ada dan seharusnya bisa dinikmati apapun kondisinya. Dengan beragam cara, akhirnya Dor berhasil mempertemukan Sarah dan Victor. Singkat cerita, mereka berdua akhirnya menyesali apa yang sudah jadi keputusannya untuk mempersingkat dan memperlambat waktu hidupnya. Mengharga dan menikmati waktu yang tersisa dalam hidupnya.

"Hanya manusia yang mengukur waktu. Hanya manusia yang menghitung jam. Itu sebabnya hanya manusia yang mengalami ketakutan hebat yang tidak dirasakan makhluk-makhluk lainnya. Takut kehabisan waktu."

"Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat. 
Semuanya terjadi pada waktu yang telah ditetapkan."

"Ketika manusia semakin terobsesi dengan jam-jamnya, kesedihan akibat waktu yang telah hilang menciptakan kekosongan permanen di hati manusia. Orang-orang menyesali kesempatan-kesempatan yang terlewat, hari-hari yang terbuang sia-sia; mereka terus-menerus mencemaskan berapa lama mereka akan hidup, sebab mau tak mau dengan menghitung momen-momen kehidupan, mereka jadi menghitung waktu yang tersisa."

Point tersebut menjadi tamparan bagi saya, apakah saya sudah menghargai waktu yang ada? Sudah menikmati waktu yang di punya? Sudah enjoy kah? Atau masih terus merasa takut kehabisan waktu? Ingin mempercepat waktu ketika sedang tidak bahagia dan ingin memperlambat waktu ketika sedang bahagia? egois bukan? Saya ingin hidup tanpa terus khawatir dengan rencana rencana yang sudah dibuat atau tidak berjalan sesuai harapan. Karena hidup ini adalah sebuah penerimaan, bukan tentang pengejaran. Ah, terus mengejar membuat jiwa dan raga ini lelah, menjadi tidak bersyukur dan tidak bahagia didalamnya. Kalo kamu, apa yang kamu cari?


Read More

Selasa, 21 November 2017

Cak Nun - "Hidup Itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem"



Emha Ainun Nadjib. Siapa dia? Aku tidak tahu atau mungkin tidak mencari tahu. Sosok beliau dan buku ini (mungkin buku-buku selanjutnya dari dia) hadir disaat memang aku sedang 'butuh'. Sedang break down kembali tentang tujuan hidup ini ke arah mana dan bagaimana mencapainya. Mungkin ini bisa disebut sebagai hidayah yang Allah kasih kepadaku? Bermula dari obrolan tidak sengaja dengan seorang teman yang berujung dia meminjamkan buku ini sampai akhirnya aku menulis di blog ini. Wallahu a'lam.

Dalam postingan kali ini aku tidak akan menulis resensi secara detail, karena memang setiap halaman dari buku ini penuh dengan makna. Buat mikir, mikir dan akhirnya diam. Diam untuk flash back, menyadari, mengakui dan akhirnya memohon maaf kepada Allah SWT. Bukan karena sudah berbuat dosa (aku ini pasti dosanya sudah banyak), karena yang tau apa yang sudah aku lakukan dosa atau tidak itu hanya kewenangan milik Allah SWT semata. Tapi memohon maaf karena sudut pandang aku dalam hidup ini yang masih saja berorientasi pada materi (takut gapunya uang), pada rasa ingin dihargai orang, pada rasa ingin diakui lingkungan, pada rasa ambisius mencapai sesuatu dan semuanya tentang dunia. 

Dalam buku ini, aku seperti 'diingatkan' kembali dengan tujuan aku hidup ini apa? kemana? Pasti bukan dunia, karena dunia hanya sementara. Dan kalaupun aku terus mengejar dunia, sudah pasti aku akan masuk dalam jurang kekecewaaan. Aku lupa, aku memiliki Tuhan yang Maha Hebat. Allah SWT yang hanya dengan kedipan mata saja bisa merubah apapun itu. Allah SWT yang mengatur semua langit, bumi dan segala isinya termasuk setiap kehidupan satu manusia sekalipun. Mengatur saat dia lahir, berasal dari keluarga mana, kerja dimana, siapa suami/istrinya, hidup tuanya bagaimana bahkan sampai nanti meninggal. Allah SWT sudah mengatur semuanya. Sebaik-baiknya yang bisa mengatur hanyalah Allh SWT. Lihat saja bagaimana alam semesta ini tercipta dengan peran nya masing-masing. Allah SWT yang mengaturnya dan semua yang terjadi atas izin dari-Nya bahkan sehelai daun yang jatuh dari pohon sekalipun. Kata Cak Nun, tadaburi-lah. Mencari manfaat yang ada di sekitar kita baik itu angin, pohon, manusia dan ‘masalah’ yang sedang dihadapi atau bahkan kotoran sapi sekalipun. Pasti ada manfaat yang tersimpan disana, cari tau dan ambil pelajarannya. Jika memang aku tidak bisa jadi pemenang, setidaknya ada yang bisa aku pelajari. ‘Belajar dari’ harus lebih besar daripada mempelajari. Kalu benar-benar mempelajari suatu hal kamu ndak akan pernah sampai. Sebaiknya kita tadaburan bersama.

Cak Nun juga bilang. Tidak perlu berusaha keras ingin berbuat baik kesana kemari kalau saat menjalani hidup saja masih banyak ngeluhnya dan tidak menerima (ini aku bangeeettt). Sempat ngobrol sama teman, ada 3 hal yang apabila bisa dilakukan maka hidupmu akan sangat nikmat dan enjoy. Yaitu berserah, ikhlas dan sabar. Apapun yang terjadi dalam hidupmu, bahkan ketika ada macan dihadapanmu, kamu akan santai menghadapinya. Aku sangat setuju. Namun 3 hal tersebut tidak gampang nan susah. Namun aku akan terus belajar untuk itu. Kenapa? Karena aku pernah mengalami fase kehidupan dimana aku memiliki banyak ketakutan, khawatir, resah, mikir kesana kesini (over thinking) dan sangat membuatku cape. Cape otak dan cape hati. Merasa hidup hampa. Semua itu terjadi mungkin karena iman-ku sedang goyah. Oleh sebab itu, imam perlu dipupuk terus menerus. Orang yang sudah mengucapkan 2 kalimat syahadat belum tentu akan menjadi orang ‘muslim’ (islam dan muslim berbeda ya dalam konteks ini) selamanya. Lah wong aku yang sudah pakai kerudung saja, pasti goyah iman-nya. Banyak ilmu agama yang belum aku ketahui. Banyak kurangnya. Maish harus terus belajar dan istiqomah. Pada zaman now ini, banyak sistem seperti internet, yang membuat kita melampiaskan diri (gas) tapi lupa untuk mengendalikan diri (rem). Makannya, kita perlu berdekatan dengan sahabat sahabat yang memban untuk mengendalikan diri. Karena islam itu mengendalikan, bukan melampiaskan. Hidup itu harus bisa ngegas dan ngerem.

Yang paling aku suka, saat Cak Nun membahas tentang isu sosial. Beliau bilang, ada 2 hal yang harus kamu lindungi tentang manusia yaitu pertama nyawa dan yang kedua martabat (jangan dihina, dilecehkan atau dihalangi pilihannya). Nah tentang pilihan ini aku setuju banget. Identitas manusia, ya manusia itu yang tentukan. Ada hal hal yang memang sudah digariskan dimana manusia tidak bisa menentukan sebelumnya (personalitas) seperti nama, tanggal lahir, tinggi badan, agama dll. Namun ada hal hal yang memang manusia bisa menentukan sendiri (identitas) seperti kerja dimana, menjadi orang seperti apa atau memperdalam ilmu atau tidak. Islam itu agama yang benar benar memberikan kebebasan namun dinamis dan ada batasan. 

Selain tentang muslim, Cak Nun juga menggunakan pendekatan politik, budaya dan fenomena yang sedang terjadi secara rasional. Masuk akal dan aku menerima itu tanpa banyak mikir atau bertanya. Dalam buku itu, Cak Nun secara jelas mengatakan bahwa beliau belum tentu benar, orang berpeci dan bersorban sekalipun belum tentu benar. Yang menjadi kebenaran adalah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Makannya beliau tidak mau dipanggil ustadz atau kiai atau bahkan ulama. Karena memang zaman sekarang ini, manusia lebih banyak mengkotak-kotakkan sesuatu. Mengkafirkan suatu kaum, membenar-salahkan sesorang, menjadi penentu dosa atau tidaknya seseorang atau bahkan yang lebih sadis mengajak orang-orang untuk mengikutinya membenci seseorang atas dasar asumsi nya sendiri yang belum tentu benar. Balik lagi, kebenaran hanya milik Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Hidup ini memang sudah susah. Jadi jangan dibikin susah, semua menjadi nikmat dan rahmat jika kita mengizinkan itu terjadi. Percaya, bersama kesulitan maka disana ada kemudahan (ih ini suah loh di yakinin pas lagi ada masalahnya, aku ngerasanya susaaaah banget). Buku ini berhasil membantuku ‘mengingat kembali’ tujuan dalam hidup dan makin dekat dengan pencipta. Ada banyak hal yang dibahas dari buku ini seperi tasawuf, kenapa ar-rahman (meluas) dulu baru ar-rahim (mendalam) dalam bismillah, tentang menjadi manusia terlebih dahulu baru bisa menjadi muslim, tentang tadabur bersama, tafsir dan lain sebagainya. Kamu bisa baca semua di buku itu. Intinya buku ini benar-benar berhasil mengarahkan aku ke kehidupan yang on track (insyallah). Ada beberapa quote yang aku suka :

“Jangan terlalu menuntut orang lain. Jangan menunggu orang lain berbuat baik denganmu. Sibukkanlah dirimu untuk berbuat baik kepada orang lain, karena disitulah letak kemuliaan. Jangan gunakan hidupmu untuk menunggu dihormati orang lain, karena energi akan habis untuk menghormati orang”


“Agar kamu bisa ridha dengan segala ketentuannya, mulai sekarang kamu harus belajar menyiapkan ridha pada apa yang kamu sangat tidak setujui”


“Setiap saat kamu perlu mengingat bahwa lebih banyak hal yang tidak mau ketahui 
daripada yang kamu ketahui”


“Yang tertinggi adalah bila yang terjadi pada kamu, apa yang kamu alami, apa yang kamu putuskan, yang kamu langkahkan dalam hidupmu sama persis dengan perintah Allah SWT atas kehidupanmu. Bisa kecil, bisa besar dan bisa sedang”


“Jangan ada pengetahuan yang tidak kamu teteskan ilmu dan pemahamannya. 
Setiap peristiwa yang kamu alami harus memberi ilmu dan hikmah kepadamu”


Jadi gimana? Makin tertarik kah dengan buku ini atau sosok Cak Nun? Suatu hari nanti, ingin banget ikut pengajian Kiai Kanjeng dan bertatap langsung dengan beliau. Insyaallah. Semoga tulisan ini bermanfaat ya :)


Jakarta, 21 November 2017

Read More

Sabtu, 28 Oktober 2017

"Meniti Bianglala"-nya Mitch Albom

Hasil gambar untuk meniti bianglala

"Dengan membaca kita tahu dunia, dengan menulis dunia tahu kita" kalimat dari Bapak Jamil Azzaini ini jadi motivasi aku untuk terus mau membaca dan menulis. Nah kali ini yang mau aku tulis yaitu resensi buku karya Mitch Albom yang menurutku sangat penuh dengan makna. Semua diambil dari kehidupan sehari-hari, sederhana namun banyak yang bisa dipelajari disana. Benar-benar makna akan kehidupan deh. Baca nya pun berhasil membuat aku merinding untuk beberapa bab, bukan hanya meirinding sih tapi ikut berpikir dan menanyakan hal yang sama pada diri sendiri. Judulnya ialah "Meniti Bianglala. Five People You Meet in Heaven". Buku yang diterbitkan tahun 2003 di Amerika ini emang udah laku keras dipasar. Dan kamu harus baca itu buku, jangan sampai ketinggalan karena itu keren bingit!! :D

Menceritakan seorang lelaki berusia 83 tahun bernama Eddie yang merupakan seorang kepala maintenance mesin di salah satu taman hiburan dekat pantai bernama Rubby Pier. Dia merasa bahwa hidupnya sangat biasa saja. Eddie menjalani hidup dengan rasa putus asa, penuh amarah, menyalahkan keadaan apalagi semenjak ikut perang dia diharuskan berjalan dengan tongkat. Pada ulang tahun ke 83, dia meninggal karena menyelamatkan nyawa seorang anak perempuan ketika ada kecelakaan di taman hiburan. Setelah  itu dia bertemu 5 orang berbeda di alam baka, yang berhasil merubah sudut pandangnya tenntang hidup yang dijalaninya selama ini. Mau tau siapa saja? Tapi ini kisah fiktif ya, tidak ada hubungannya dengan agama atau kepercayaan kehidupan setelah meninggal seperti apa. Ambil sisi atau hal yang bisa dipelajari dari kisah ini. Oke, oke?

Read More

Senin, 02 Oktober 2017

BALI - 4D 3N Bareng Orang Tua, Siapa Takut? :)


"Mau Belitung atau Bali, Bu?" dua destinasi itu aku lontarkan kepada orangtua mengingat dua destinasi itu cukup dekat dan terkenal di Indonesia. Ini jadi point penting saat merumuskan liburan bersama orangtua. Tidak mungkin aku mengajak mereka ke tempat antah berantah (misal Karimunjawa) meskipun alam nya masih perawan dan tidak banyak wisatawan yang datang. Kemudahan akses dan kenyamanan fasilitas menjadi prioritas. Dari mulai transportasi pasti aku pilih naik pesawat PP, meskipun kayaknya lebih asik saat berangkat backpacker pake kereta. Selain jam landing dan take off pesawat yang mesti diperhatikan, cari penginapan yang nyaman sampai sewa travel/rental mobil selama 3 hari disana juga penting. Tadinya mau ikut tour and travel selama 3 hari disana. Tapi speed nya pasti beda, sedangkan yang aku ajak kan orang tua, secara pensiunan PNS dimana aku ga tega liat mereka 'rusuh' dari satu tempat ke tempat lain. Liburan kali ini bener-bener berbeda. Saat proses persiapan tidak bisa asal-asalan, semua serba tertata dan serba pasti. Kepastian menjadi sesuatu yang sangat vital, sama kaya hubungan #eaaaa

List destinasi yang dipilih pun disesuaikan dengan keinginan dan atas persetujuan mereka. Ga banyak destinasi saat itu, niatnya liburan ya untuk enjoy bukan untuk bisa mengunjungi banyak tempat tapi rusuh teu puguh. Itu prinsip liburan aku sih. Ternyata bukan cuman hidup yang ada prinsip, liburan juga bosque :p Mencoba jadi anak berbakti kepada orangtua lewat liburan. Selama 4 hari 3 malam disana, alhamdulillah mereka happy dan enjoy. Ini aku share ya informasi, foto dan pengalaman nya. Siapa tau bisa jadi referensi ajak keluarga berlibur. Hehe :)


DAY 1 : Senja Indah diatas Pesawat

Salah satu alasan kenapa orangtua ingin berlibur adalah naik pesawat. Se-simple itu. Mereka ingin mencoba naik pesawat sebelum (insyaallah) tahun depan mau naik haji. Katanya trial and error dulu (hmm gaya, ya? haha). Saat itu, aku naik pesawat jam 16.40 WIB dan ternyata delay. Alhasil baru take off jam 17.25 WIB. Agak bete sih yaaaa. Tapi karena delay ini, aku liat sunset yang sangaaaatt indah dari sana. For the first time menikmati senja diatas ketinggian diantara awan dan langit. Sensasinya sangat luar biasa. Rasanya beda kaya liat sunset di pantai atau gunung. Badan mendadak merinding dan ada rasa 'takjub' lalu ga berhenti mengucap takbir dari atas sana. Siapa yang bisa menciptakan pemandangan ini? Pastinya bukan manusia. Allah sungguh Maha Besar, Maha Agung bisa menciptakan kerajaan langit yang sangat indah diatas sana. Perpaduan warnanya juga sangat cantik. Ini sunset terbaik yang pernah aku lihat. Senja bisa dilihat bukan hanya dari bawah saja ternyata, bahkan dari atas sekalipun. Seperti hidup, banyak sisi yang bisa kita lihat baik diatas atau dibawah. Itu tergantung keputusamu mau melihat dari sisi mana. Namun untuk sesuatu yang indah/baik, dari sisi manapun akan terlihat indah/baik. Jadi kita tidak perlu banyak menjelaskan kebaikan/kelebihan yang ada pada diri. Jadi inget sebuah kalimat di pinterest "Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi. People know you're good if you are good" Ah, senja selalu mengajarkan aku sesuatu yang baru :)





Sampai Bandara I Gusti Ngurah Rai jam 20.30 WITA (kalo ga salah). Nuansa Bali sudah mulai terasa dengan bacaan 'selamat datang di Bali' dan hiasan Pura yang bertebaran di sekitar Bandara. Sempat makan dulu di Bandara dan akhirnya memutuskan ke hotel menggunakan taksi dengan perjalanan kurang lebih 30 menit. Aku memilih Hotel Grandmass Plus Legian untuk menginap selama 3 malam. Letaknya di Jalan Sriwijaya, Legian. Meskipun kamar hotel tidak begitu besar tapi penataan tata letak barangnya juara. Hotel ini cukup nyaman, bersih, tersedia wifi dan sarapan gratis. Akhirnya jam 22.00 WITA sampai hotel. Untuk pertama kalinya tertidur di Pulau Bali hehe.

#SekilasInfo
- Hotel Grandmass Plus Legian berada di daerah kuta/legian. Dari bandara sekitar 30-45 menit. Berjarak kurang dari 1km ke Pantai Kuta/Legian dan monumen bom bali
- Hotel ini berbintang 3, pas buat backpackeran tapi tetap mengutamakan kenyamanan. Hanya sayang, parkiran mobilnya minim
- Hotel ini terdiri dari 4 lantai, berada di tengah pusat keramaian Legian. Jangan heran sepanjang jalan ada banyak caffe/bar yang selalu rame di malam-dini hari
- Sarapannya memang bukan parasmanan, tapi ala carte. Porsinya sangat cukup kok. 
Dipastikan kenyang sebelum meninggalkan hotel :p
- Saya menginap disini lewat Traveloka. Pesan kamar untuk 3 orang selama 3 malam (setelah mendapat promo) hanya 1 juta rupiah saja sist, murah kan? Murah lah kalau menurutku dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan yaitu free wifi dan sarapan
- Di Hotel ini terdapat Rehat Bliss, katanya salah satu tempat spa terbaik di Bali. 
Untuk tamu hotel dapat potongan sampai 20%.
-  Grandmass Plus ini ada 3 lokasi di Bali. Yaitu di Seminyak, dekat Bandara Ngurah Rai dan Legian. Jika tertarik silahkan cek di Traveloka 
atau telpon di (0361) 754149


Sarapan ala carte, banyak dan enak nom nom nom


Sampai di hari terkahir nginep di hotel ini belum ngerasaain spa disana :( 


DAY 2 : Menikmati Pemandangan Pura Ulun Danu dan Tanah Lot

Bali woy!! Hahaha akhirnya sampai juga aku disini. Meski dekat pantai, namun Bali sama sekali tidak panas, I mean bukan panas matahari ya tapi suhu udara yang panas atau bahasa inggirsnya ngalekeub.  Destinasi hari ini adalah ke daerah atas pulau Bali (tapi ga sampai ke Pantai Lovina atau Gilimanuk ya bos haha) yaitu melihat pura di tengah danau beratan bedugul yang bernama Pura Ulun Danu Beratan dan melihat dua pura di atas batu besar dekat laut bernama Pura Tanah Lot. Katanya belum ke Bali namanya jika tidak berkunjung ke dua destinasi tersebut. Awalnya cukup underestimate sama Bali, Bali udah mainstream dan banyak wisatawan yang datang. Pasti gitu-gitu aja. Tapi ternyata, pemandangan di Bali sungguh luar biasa. Selain bersih ada juga nilai budaya/adat di setiap sudutnya. Ini yang sangat menarik untuk aku. Dan ini mungkin jadi daya tarik turis asing untuk selalu berkunjung ke Bali lagi, lagi dan lagi.

* Pura Ulun Danu (pemandangan di uang kertas 50ribu lama)

Perlu 1-2 jam dari Legian untuk menuju tempat ini. Pura di tengah danau ini berada di daerah Tabanan, lebih tepatnya di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jalanan nya cukup berliku kaya mau ke Puncak. Udaranya adem. Yang bikin seneng jalan-jalan di Bali adalah tidak ada kemacetan, padahal jalanan nya gak besar juga. Semuanya serba kalem. Jarang aku dengar suara klakson disana. Cuaca disana cukup dingin, memang daerah ini berada diatas bukit/dataran tinggi. Sejarahnya, Pura ini dibangun oleh I Gusti Agung Putu pada tahun saka 1556 dimana pura ini menjadi tempat suci umat Hindu di Bali.


Namanya canang. 
Kalo kamu ke Bali pasti sering lihat ini di depan rumah/hotel/warung/toko/
sudut bandara bahkan sampai di taro di setiap mobil/motor. 
Sebagai bentuk kepercayaan untuk melindungi diri dari roh jahat dan mendatangkan keberuntungan 





Salah satu pura (bukan di atas danau) di Beratan, Bedugul.
Kebetulan ada yang sedang upacara keagamaan disana. 
Upacara keagamaan setelah ngaben (bakar mayat) yang dilakukan oleh satu keluarga/marga.
Wisatawan dilarang masuk.



Wajib memakai udeng bagi mereka yang mau beribadah tak terkecuali anak kecil. 
Udeng ialah ikat kepala khas Bali ketika akan beribadah di pura




Tempat foto mainstream disini bos hehe

Ini satu satunya candi budha yang ada di Beratan Bedugul. 
Katanya dulu Hindu-Budha hidup berdampingan

Anak-anak yang ikut upacara keagamaan di Beratan Bedugul

Sebelumnya udah tau sih tentang budaya di Bali, tapi setelah sampe sana ternyata banyak yang belum aku tau. Seperti pas lagi di Bedugul kemarin, seneng banget ada upacara keagamaan yang dilakukan oleh salah satu keluarga/marga. Upacara keagamaan setelah ngaben (membakar mayat). Kata Bli (supir selama aku wisata di Bali) biaya untuk ngaben itu bisa sampe 10-20 juta/orang. Dan hukumnya wajib dilakukan sebagai bentuk bakti anak terhadap orangtua/leluhur yang sudah meninggal. Nah jika tidak mampu, bisa ikut ngaben masal yang dilakukan 5 tahun sekali di bulan Agustus. Hari yang di pilih adalah Hari Rabu. Biayanya bisa 1-2juta/orang. Someday pengen ke Bali untuk liat langsung ngaben masal. Yuk!! :D


* Tanah Lot (Pemandangan pantai, karang dan pura)

Katanya belum ke Bali kalo belum kesini. Yang menarik disini, kamu bisa lihat 2 pura besar. Pura pertama terletak diatas batu besar dan pura kedua terletak di tebing seperti Pura Uluwatu (nanti aku bahas ya) yang langsung menghadap laut lepas. Tanah Lot ini masih berada di daerah Kab. Tabanan. Biasanya rute wisata di Bali yang satu jalur dengan Tanah Lot ini yaitu Pura Ulun Danu Beratan , Ala Kedaton atau Ubud. Jadi dalam satu hari bisa mengunjungi 3 sampai 4 objek wisata karena memang jaraknya yang cukup berdekatan. Itu hasil prediksi aku liat di peta sih dan ternyata benar. Terus aku juga lihat bahwa jarak dari Bedugul ke Pura Besakih (Pura terbesar di Bali) itu dekat. Tapi pas ngobrol sama Bli itu tuh ternyata beda jalur, alias mesti muter dulu. Emang di peta kelihatannya deket tapi ternyata oh ternyata itu terhalang jurang yang amat dalam. Sedalam perasaanku padamu #eaaaa Penting sih cari informasi tempat melalui peta, tapi jangan lupa kroscek ke orang sananya langsung biar info nya makin akurat mantap bosque!




Ini sunset di Tanah Lot. Saat itu cuaca mendung jadi gabisa liat sunset secara sempurna. 
Tempat ini didominasi 80% oleh turis asing dan semua sudah ambil posisi wuenak untuk menunggu matahari terbenan. Jadi ada temennya 'sesama penikmat senja' hehe. 
Setelah matahari turun, banyak banget burung (entah kelalawar) terbang dari bawah ke atas. Banyak banget dan kira-kira itu semua berlangsung selama kurang lebih 5 menit diatas langit. 
Indah dan sangat indah. Ini aku liat sunset dari atas tebing.
 Di Bali ini emang banyak banget tebing atau pura yang berada di pinggir laut.

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu....









Bukan Pura Ulun Danu aja yang seru, di Tanah Lot juga ga kalah asik. Jadi untuk masuk dan naik ke atas tebing (tapi gabisa masuk kedalam Pura nya ya) kaya perlu basuh muka pake air suci gitu. Terus nanti di tempelin beras beberapa butir dan dipasangkan bunga di telinga. Sebagai bentuk 'bersihin diri' sebelum masuk ke tempat suci. Mungkin dalam islam seperti wudhu. Terus disamping itu kaya ada keler/wadah bagi wisatawan untuk membayar seikhlasnya. Hemm pengalaman seruuu :) Sempet ketemu sama 3 wanita asal Lombok, terus kenalan, terus aku bilang someday bakalan kesana untuk mendaki Rinjani dan nge-camp di Danau Segara Anak dan makan ikan hasil pancingannya disana. Tapi lupa ga minta momor hp nya hehe :p #OkeGakPenting





#SekilasInfo
- Hampir setiap rumah di Bali memiliki pura
- Setiap banjar (desa) dan kecamatan juga memilki pura tersendiri, jadi jangan heran 
liat banyak pura sepanjang jalan
- Bentuk rumah di Bali ini terdiri dari 4 petak/bagian terpisah
- Budaya keluarga di Bali, yang mendapatkan warisan ialah anak laki-laki 
sedangkan perempuan tidak
- Sebutan untuk laki-laki ialah Bli dan untuk wanita ialah Mbo
- Sebutan untuk Bapak ialah Bapeu dan Ibu ialah Mimi
- Pedanda adalah sebutan seperti pendeta/ustadz
- Pemangku sebutan untuk pedanda dari kasta rendah
- Urutan nama di Bali diatur berdasarkan anak ke berapa. Misal anak pertama Putu/Wayan, anak kedua Made/Kadek (ni untuk cewek dan i untuk cowok), anak ketiga komang/nyoman dan anak keempat ketut. Sebutan untuk anak kelima dan seterusnya dimulai lagi dari awal (anak pertama)
- Anak sekolah di Bali yang perempuan wajib dikepang dua rambutnya lalu bawahnya diikat dengan pita berwarna. Setiap hari harus memakai pita warna berbeda tergantung aturan sekolah masing-masing. Unik ya?






Dari Beratan ke Tanah Lot sempet mampir makan siang Ayam Betutu (karena ortu BM mau itu) dan minta ke Bli tolong cariin tempat makan yang halal 100%. Kalo kamu ke Bali, buat yang muslim cek dulu ya makanan nya halal atau engga soalnya disana banyak makanan 'pig'. Nama restorannya Warung Kampung Pedas. Ayam Betutunya enak, halal, harga lumayan dan ada musholanya. Jujur agak sulit menemukan mushola/masjid disana.

#SekilasInfo
- Tiket masuk Pura Ulun Danu Baratan Rp 20.000,-/org untuk turis lokal
- Tiket masuk Tanah Lot (kalo ga salah) Rp 20.000,-
- Tanah Lot menjadi salah satu tempat terbaik melihat sunset di Bali (taro destinasi ini di sore hari)
- Jangan lupa makan Ayam Betutu Khas Bali ya, hukumnya wajib!


#DAY 3 Explore Kuta Selatan!! 

Di hari ketiga di Bali, aku akan meng-eksplor Kuta Selatan. Kuta merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang cukup maju karena banyak tempat wisatanya. Makannya gak heran jika persaingan untuk jadi Bupati disini sangat ketat. Kuta sendiri terbagi dalam 3 wilayah, Kuta Utara, Kuta Pusat (Legian) dan Kuta Selatan. Nah di Kuta Selatan semua objek wisata fenomenal ada disini. Bahkan Bandara Internasional Ngurah Rai pun berada di Kuta Selatan. Dalam 1 hari, aku mengunjungi 5 destinasi sekaligus. Cukup melelahkan tapi ya mau gimana lagi karena besok udah harus balik Jakarta. Kemana saja kah aku di Kuta Selatan? Mari check this out....

* Water Sport Tanjung Benoa (Parasailing-nya JUARA!!)

Ini menjadi satu satunya tempat water sport paling kece di Bali (mungkin satu satunya). Menuju kesana lewat jalan tol laut. Lagi-lagi aku norak. Jalan tol ini merupakan satu-satunya jalan tol yang ada di Bali. Jangan bayangin melewati lautan lepas kaya Suramadu, karena ini bentuknya seperti tanjung jadi kaya melewati satu daratan ke daratan lain which is ga terlalu jauh. Dan saat pagi aku melewati jalan tol ini sayang sekali air lautnya sedang surut. Ketika sampai di Tanjung Benoa banyak sekali turis asing. Mungkin karena pas aku kesana bukan tanggal merah kali ya. Aku menjadi satu-satunya turis lokal. Agak awakrd sih yaaaa hahaha. Aku diarahin sama Bli nya di salah satu tempat water sport dengan harga berbeda yang lebih murah pastinya (kerjasama antara travel dan jasa water sport).





Kalo ini namanya parasailing. Hanya satu putaran kurang lebih 3-5 menit. Jadi kamu nanti akan ditarik kapal yang berputar di lautan. Kamu naik dan turun dari darat/pasir. Harganya lebih murah dibandingkan parasailing adventure namun kurang safety, karena untuk mendarat itu kita sendiri yang tentuin. Caranya dengan menarik salah satu tali yang ada di sebelah kanan kita. Dan ketika angin makin besar, kita mesti narik tali itu makin kuat. Nanti kamu bakal dikasih tau sama petugas yang megang mic kapan kamu mesti tarik tali nya untuk turun. (Anyway ini orang yang kerjaannya ngarahin sambil megang mic bisa berbagai bahasa loh dari bahasa Inggris, Jepang, Korea, India, Arab dll. Jadi saluttt). Dan tenang, saat turun di darat/pasir sudah ada banyak petugas sekitar 4-5 orang yang akan siap 'menangkap' hati kamu. Eh kok hati? Bukan hati deng, menangkan badan kamu dan memastikan melepas peralatan yang ada di badan kamu.

Feel the air anf see the beautiful sky. Pricelles!
Taken by : Ibu






Ada turis dari India, Taiwan, dan Korea.
Hanya aku, bapakke dan si abang pengemudi perahu yang asli Indonesia







Beda dengan parasailing tadi, ini namanya parasailing adventureIni lebih aman soalnya kita keatas dan kebawahnya di tarik oleh tali yang ada diatas kapal. Pasti lebih stabil saat mendaratnya. Nah untuk menuju kapal tersebut yang ada di tengah lautan, harus naik perahu sekitar 5-10 menit. Kapalnya lebih besar dan full music bosque! Dari mulai lagu mancanegara rockabye sampai lagu dangdut ada semua. Dan ada abang berbaik hati yang siap mengabadikan moment menegangkan ini lewat kamera/hp yang kita bawa. Ah tegang banget sumfaahh! Meskipun aman dengan segala peralatan dan pelampung tapi tetap saja deg-degan setengah sayang, eh salah setengah mampus takut tiba-tiba jatoh. Pemandangannya kece badai, air lautnya jernih bahkan aku bisa lihat karang dari ketinggian. Bisa request juga, sebelum turun minta kena permukaan air laut kakinya. Langit di tanjung benoa sangat indah nan cerah. Katanya disini jarang mendung. Oh ya banyak yang main layangan. Kadang ada festival lomba layangan nya juga. Bentuk layangannya ada yang ikan dan layangan pada umumnya namun lebih besar,

#SekilasInfo
- Jet Ski Rp 150.000,-/orang. Durasi 10-15 menit diitemani sama petugas, tapi nanti di tengah laut bisa mengendarai jet ski sendiri. Seru dan teriak-teriak apalagi pas mau belok terus kena ombak. Airnya bersih parahhh! Waktu itu aku ditemani abang asli Kupang, NTT. Sudah bekerja disana selama 10 tahun. 
- Parasailing biasa Rp 90.000,-/orang
- Parasailing Adventure Rp 235.000,-/orang
- Pergi ke penakaran Penyu Rp 300.000,-/kapal. Kapal ini muat untuk 7-10 orang. Dibawah perahu ada kaca bening gitu buat liat ikan di sepanjang perjalanan ke penakarann penyu selama 5-10 menit. Hemm aku kurang merekomendasikan sih, soalnya agak sedih gitu 
liat penyu dan binatang lainnya sendiri di kurung :(
- Dan masih banyak lagi, kaya snorkeling, diving, sea walker dll
- Harga diatas adalah harga Wira Rental Mobil ya


* Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Nah ini nih yang gak kalah hits di Bali. Kalo kamu suka perhatiin, tempat ini suka dipake acara musik yang di sponsori rokok atau stasiun televisi. GWK ini objek wisata milik swasta, makannya harga tiket masuknya dibilang cukup mahal dibandingkan dengan objek wisata lain di Bali. Harga tiket masuk turis lokal dewasa Rp 70.000,-/orang. Disana kamu bisa lihat berbagai patung yang terbuat dari batu. Patung para dewa yang dianggap suci atau bersejarah di Hindu. Seperti mau masuk objek wisata lainnya, untuk masuk ke GWK kamu mesti pake selendang kuning (untuk para wanita) yang diikatkan di piggang. Dan kain coklat (untuk para lelaki) dijadikan sebagai sarung sepanjang lutut. Setelah itu kamu akan disuruh foto dengan background yang sudah disediakan lalu diberi secarik kertas yang berisikan nomor foto tersebut. Ketika nanti pulang, kamu bisa cek hasil fotonya yang sudah diedit dengan background GWK. Kalo kamu suka ya bisa beli dengan harga (agak mahal sih) Rp 100.000,- untuk 2 lembar foto. Kalo kamu gasuka ya gausah dibeli. Ga ada paksaan didalemnya kok. Tenang sist, soalnya kita sama sama tau kalo dipaksa itu gaenak. Apalagi paksain perasaan dia ke kita yang jelas jelas bertepuk sebelah tangan. Ah, sudahlah nanti makin baper :p hahaha

Kebetulan sekali, sebelum pemeriksaan tiket saat itu ada pementasan salah satu cerita dewa dengan diiringi musik dan tari khas Bali. Seru, keren dan makin bangga bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia :) Oh ya langit di GWK gak kalah cerah loh sama tanjung benoa. Pokoknya hari itu langit Kuta Selatan sangat bersahabat. Terimakasih Tuhan!!!!






Karena GWK berada di (agak) dataran tinggi. Kamu bisa lihat pemandangan laut nan asik dari atas. Keren!

Masih dalam proses pembangunan, sempet ngaret. 
Katanya ini sudah dibuat dari tahun 1999 (kalo ga salah, koreksi ya kalo salah) 
dan diproduksinya di Bandung






* Pura Uluwatu (pura di ujung tebing dan monyetnya)

Andai punya banyak waktu disini, pemandangannya ajib banget. Pengen eksplor lebih lama, beneran deh. Kamu bisa lihat pura di ujung tebing yang menghadap laut lepas. Ditambah angin semiliwir khas laut dan nikmat mata lewat pemandangan didepan kamu. Kamu berada diatas ketinggian tebing untuk lihat pemandangan laut lepas di bawah/di depannya. Kalo kesini harus siap fisik ya, untuk lihat atau bahkan foto di spot paling bagus disana harus naik tangga. Dan anak tangganya banyak banget nget nget. Apakah ada eskalator ataupun AC disana? Tidak ada sama sekali. Siap cape deh kalo mau kesini. Tapi pemandangannya sangat worth it!! Oh ya spot foto terbaik disana juga mesti ngantri sama wisatawan lain masbro. Belajar sabar :p

Banyak monyet disini, hati-hati monyetnya suka ambil barang-barang wisatawan seperti kacamata, tas bahkan sendal jepit. Tapi untungnya monyet disini tidak dilatih untuk ambil hati orang, apalagi hati yang sudah dimiliki seseorang sebelumnya :p Untuk yang mau lihat tari kecak bisa banget di Pura Uluwatu ini. Pementasan tari kecak di buka setiap hari dimulai dari jam 7-8 malam, HTM Rp 100.000,-/orang. Katanya para penari kecak ini bisa mendapatkan penghasilan perbulan 10-20 juta, lebih besar eh jauh lebih besar dari gajih karyawan di Bali. Kamu mau coba? :)








* Pantai Pandawa (tulisan paling kece di Bali)

Bagiku ga da yang spesial sih disini, kecuali tulisan 'Pantai Pandawa' yang jadi fenomenal instragramble. Orang-orang berhasil dibuat penasaran sama Pantai Pandawa itu seperti apa, dan Ibuku jadi salah satu korbannya. Kata Ibuku, destinasi Pandawa tidak boleh terlewat dan ke BM-an foto dibawah tulisan itu harus terwujud. Menurutku sih pantainya biasa aja. Oh iya kata Bli, tulisan 'pantai pandawa' itu baru dibuat beberapa waktu yang lalu. Lalu setelah tulisan fenomenal itu ada 5 patung dewa yang disebut dengan Pandawa. Nama dewanya siapa saja? coba cek gugel ya hehe.  Aku gak mampir ke pantainya, mengingat sudah mulai sore dan aku lebih prefer liat sunset di Jimbaran. Karena memang di Pandawa sendiri gabisa liat sunset karena terhalang oleh batu/tebing. Tetep ya 'penikmat senja' kaya aku ini suka nya mengoptimalkan waktu matahari terbenam di Bali. Meski awalnya debat dulu sama Bapake, katanya matahari terbenam ya gitu-gitu aja huhu -,-






* Pantai Jimbaran (ketika sunset dan seafood jadi satu)

Ini dia yang katanya jadi spot terbaik di Kuta Selatan untuk liat sunset sambil menikmati seafood. Seafood dan sunset, hmm dua hal yang jika digabungkan akan menjadi sebuah kenikmatan tak terkira (lebay bos!!). Selain menikmati suasana sunset, makan seafood yang masih segar, kamu juga bisa lihat pesawat landing karena jaraknya cukup dekat dari Bandara. Di tempat ini jangan berharap bisa private deh, sepanjang pantai ada banyak restoran yang menyajikan seafood. Tempat makan paling asik sih di luar, diatas pasir, dibawah langit, dekat deburan ombak dan berdampingan dengan kamu #eaaa. Mana nikmat mana lagi yang kamu dustakan, wahai manusia!

Jangan heran jika disini banyak sekali turis asing yang datang. Lagi lagi menu nya memang makanan western, gak ada tuh menu saus padang atau semacamnya kaya di warung seafood tenda-tenda pinggir jalan. Harga makanannya terbilang mahal. Namun pemandangan yang disajikannya juga pricelles. Menu nya ada ikan, udang, cumi dan hidangan laut lainya. Paling rekomendasi yaitu diolah dengan cara dibakar. Sayang kan ke Bali tapi ga menikmati makan seafood di Jimbaran. Next ingin kesini kembali sama pasangan alias partner hidup kalo udah sah, hehe doain yaa :) Terimakasih Jimbaran atas sunset, seafood dan kenikmatan haqiqi didalamnya. Senja terakhir di Bali sungguh istimewa,






Ini supir kita yang setia dan asik menemani selama 3 hari di Bali. 
Namanya Bli Kadek Suandika. Santun, ramah, sopan dan informatif. 
Kalo mau sewa mobil di Wira, minta diantar oleh Bli Kadek ini yaa :)


*Pantai Dreamland

Saat perjalanan dari Pura Uluwatu ke GWK, Bli menawarkan untuk mampir ke pantai ini karena memang satu jalur. Tapi sayangnya destinasi ini harus di skip karena ortu mulai lelah, tapi kayaknya bagus deh soalnya aku sempet browsing gitu di gugel. Ini salah satu resiko liburan bareng orangtua gabisa semua destinasi didatangi. Next ke Bali mesti kesini ah. Fix!

Pas di perjalanan mau ke Jimbaran, banyak sekali rumah-rumah besar modern. Katanya suka dijadikan villa untuk private gitu. Sayangnya kebanyakan rumah/tanah itu sudah dibeli oleh orang Jakarta bahkan orang asing. Tapi ini beda dengan daerah Kuta/Legian. Meski disana banyak hotel, bar dan resto tapi sistemnya sewa. Jadi otomatis tanahnya masih dimiliki orang Bali asli. Nah kalo di perjalanan mau ke Pura Uluwatu disana juga banyak villa, hotel dan resort private. Daerah ini selalu jadi favorit untuk tempat nikahnya artis-artis. Seperti Raisa dan Hamish kemaren #eaa hari patah hati nasional. Apa nanti aku nikah di Uluwatu aja ya? tapi pasti ga ada yang patah hati sih. Aku mah apa atuh? Remehnya Raisa juga ga kesampean wkwkwk :p

#SekilasInfo
- Harga tiket masuk GWK Rp 70.000,-/orang untuk turis lokal 
- Harga tiket masuk Pura Uluwatu Rp 20.000/orang untuk turis lokal
- Harga tiket masuk Pantai Pandawa Rp 8.000/orang
- Untuk parkir mobil di Bali terbilang murah, hanya Rp 10.000/mobil tanpa durasi jam
- Untuk setiap parkir di restoran atau bahkan indomaret tidak dikenakan biaya alias tidak ada pak ogah atau juru parkir, jika pun ada juru parkir mereka semua sudah digajih oleh restoran



#DAY4 Kalap Oleh-Oleh, Sakit Perut dan Langit Terbaik diatas Pesawat

Last day!
Ah, lupa ga foto keadaan kamar di Hotel karena sibuk packing. Hari itu jam 9 pagi kita check out lalu dijemput sama Bli Kadek. Tujuan di hari terakhir ini tak lain dan tak bukan hanya untuk mendapatkan oleh-oleh. Mari belanja dan habiskan uang sisa liburan ini lalu setelah liburan makan mie gelas setiap hari di kosan sampai gajihan tiba #miris. Hari ini pesawat ke Jakarta take off jam 16.35 WITA (sengaja sih) jadi lumayan bisa belanja dan jalan jalan sedikit di sekitaran Kuta dan bandara. Ada 3 tempat oleh-oleh yang wajib kamu kunjungi ketika lagi di Bali. Pertama, Joger yang merupakan pabrik kata-kata yang sudah terkenanl itu (anyway aku pengen banget ketemu sama founder joger ini, inspiratif dan kreatif sekali. Apalagi goals dalam bisnisnya bukan hanya money oriented, akan tetapi share happines ke masyarakat luas). Kedua Krisna dan Ketiga Agung Bali. Semua nya sama-sama menjual buah tangan khas Bali seperti baju bali/barong, aroma theraphy, pernak pernik Bali seperti kalung dan gelang, tas bali, gantungan kunci, daster dan yang paling penting ialah makanan. Makanan merupakan oleh-oleh wajib untuk aku beli. Harganya cukup murah dan bisa dimakan untuk semua orang/kalangan. Semua kenyang. Dompet tenang. Hati senang haha. Oleh-oleh makanan khas Bali ialah Pie Susu dan Kacang Bali. Meski sampai saat ini aku gatau merek pasti untuk Pie Susu dan Kacang Bali nya apa.

Sebelum beli oleh-oleh, aku kepengen jalan jalan ke Pantai Kuta dan Pantai Legian. Karena meski tinggal di Hotel daerah Legian yang katanya jalan kaki 10 menit sampai Pantai, aku belum sempat mampir kesana dan melihat wujud Pantai Kuta itu seperti apa. Ternyata pantainya seperti di Santolo di Garut kawan-kawan. Semua datar tanpa batu/tebing (seperti pantai-pantai yang aku kunjungi sebelumnya di Bali). Banyak turis asing yang sedang belajar surfing, katanya ombaknya itu pas untuk pemula. Pantainya cukup bersih dan lagi-lagi langit birunya sangat indah. Terimakasih, Kuta!






Ini adalah monumem Bom Bali. Disana ada tulisan nama nama korban dan asal negaranya. Ada 2 cafe yang saat itu kena bom. Satu cafe sudah tidak buka lagi (diganti/ditempati cafe lain) dan satu cafe pindah lokasi kira kira 7-10 meter dari lokasi bom. Ngeri deh kalo bayangin saat itu, bom bunuh diri. Yang jadi pelaku orang Indoensia. Korban orang Indonesia juga banyak. Serem nan sedih :(

Setelah puas berbelanja, aku sempat solat zuhur terlebih dahulu di salah satu Masjid besar dekat Bandara. Saat itu sedang banyak anak SD yang sedang belajar solat. Untuk perempuan mereka mengenakan jilbab. Mungkin daerah ini banyak orang muslim nya. Kata Bli, di Bali mayoritas terbesar beragama Hindu lalu kedua beragama islam setelah itu kristen. Yang buat takjub, mereka bisa rukun hidup antar umat beragama. Saling menghargai kepercayaan masing-masing. Meski banyak pura, namun tetap bisa fokus beribadah di masjid.

Di hari terkahir di Bali, aku sempat makan siang disalah satu restoran khas Jawa Timur yang cukup terkenal di Bali. Warung Pedas Ibu Andika namanya. Warung makan ini ada 2-3 cabang di Bali. Waktu itu aku makan di cabang yang ada di sebrang Joger. Kalo kamu ga kuat pedes, jangan mau deh makan disini. Sambalnya pedes gilaaaaaaaaaa! Konsepnya kaya warteg, pas datang kamu tinggal pilih masakan apa dengan cara menunjuk. Lalu setelah itu di cek oleh salah satu pelayan dan diberi kertas yang merupakan harga satu piring tersebut berapa. Cukup murah harganya. Lalu sebelum pulang, kertasnya ditunjukkan kepada kasir lalu dibayar. Rasanya enak sih, tapi pedas sambalnya tidak cocok untuk perut aku saat liburan. Alhasil selesai makan, perut aku keram sesaat, keringet dingin dan jadi serba gaenak. Lupa foto tempatnya, lupa foto wujud makanannya tapi ga lupa sama kamu meski kita jauh hahaha. Tapi aku belum lupa sama rasa pedesnya, gilaaaakkk!!!

Agung Bali, salah satu pusat oleh-oleh


Pintu masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ethnic dan Apik, suka deh!




#SekilasInfo
- Selama 3 hari di Bali sewa mobil+supir dari Wira. No WA nya ada banyak (cek di website Wira ya). Waktu itu aku nanya nanya di nomor WA 0822-4714-8222, fast respon dan menjawab saat chatting 
-  Supirnya ontime, santun dan gerak cepat. Favorit banget sama Bli Kadek Suandika!
- Waspada di tempat oleh-oleh, semua mendadak terlihat menawan dan jadi tiba tiba butuh. Jangan kalap belanja
- Di setiap tempat oleh-oleh, ada jasa bungkus oleh-oleh pake kardus dengan biaya Rp 8.000/kardus dan ada ekspedisi JNE juga. Dijamin packing nya aman dan buat kita nyaman saat membawa nya

Sebelum pulang, kami mengucapkan banyak terimakasih sama Bli Kadek yang satu ini. Agak sedih gitu sih menyadari bahwa liburan sudah berakhir gess dan besok harus menerima kenyataan untuk bekerja kembali :( Bandara I Gusti Ngurah Rai ini tidak terlalu besar meskipun menjadi salah satu Bandara Internasional di Indonesia. Oh ya pemandangan di Bandara Ngurah Rai ini cukup keren loh. Menghadap ke laut lepas langsung. Jadi selama nunggu boarding, kamu bisa lihat pemandangan pesawat yang mau take off sambil pemandangan langit dan lautnya yang pas mantap. Ah Bali, buatku ketagihan. Maaf ya sempat underestimate sama kamu. Aku janji, dalam hidup aku tidak akan underestimate untuk sesuatu yang aku belum ketahui sebelumnya. Terimakasih banyak, Bali :)







#Tips Trick Belribur Bareng OrangTua
- Atur rencana seoptimal mungkin, serba pasti dan ingat bahwa kenyamanan menjadi yang utama
- Jadwal keberangkatan pesawat juga penting loh, jangan sampe mepet karena orangtua agak sulit diajak ngebut/rusuh yang ada nanti Ibu aku panik gajelas hehe
- Cari Hotel yang nyaman. Dan harga menjadi urusan kedua. Kalo bisa yang ada fasilitas sarapannya, jadi bisa makan dulu sebelum beraktifitas biar ga salatri bosque
- Selama di Bali, kalo kamu mau santai, bisa ikutin jejak aku untuk sewa mobil + supir. Apalagi buat kamu yang belum pernah ke Bali sama sekali. Aku ga rekomendasiin untuk ikut tour travel barengan satu bis/mini bis dengan wisatawan lain, pasti dalam sehari destinasi yang dituju banyak banget 
dan ga yakin fisik orangtua kita bisa mengikutinya
- Siapkan uang cash di dompet kamu atau bisa suruh Ibu/Ayahmu memberikan uang nya ke kamu. Jadi secara finansial kamu yang atur pas hari H. Selain itu ga bikin ribet ortu untuk bayar ini itu
- Lokasi hotel juga penting. Aku memilih hotel di daerah Legian (karena memang Bapaku request cari hotel dekat pantai) terus aku lupa bahwa sepanjang jalan Legian isinya bar semua. Alhasil saat aku ajak jalan-jalan malam di Legian, mereka agak risih melihat bar yang ada di kanan kiri jalan dan anak muda juga bule seksi disana sini. Dan mereka memutuskan kembali ke hotel dengan muka agak bete. Jadi pengen ketawa sendiri :p
- Tetap tersenyum and stay calm depan orangtua, 
meskipun ada sesuatu yang kamu ga yakin didalamnya haha


Yap itu sih tips trick, sekilas info dan sharing liburan aku di Bali bareng orangtua. Pasti tidak membantu sih karena kebanyakan curhat dan foto selfienya nya ya? Penutupnya ga akan panjang-panjang ah, pasti udah pegel kan bacanya? Hemm cukup sekian dan terimakasih kalo gitu sudah meluangkan waktu baca sampai kalimat ini. Kalo ada yang mau tanya atau sharing lebih lanjut boleh banget nih komentar. Siapa tau kita bisa jadi partner travelling atau partner bisnis kedepannya. Lalu membuka agen travel untuk orang tua. Nanti nama travelnya "membahagiakan orangtua dengan cara ajak jalan-jalan" Siapa yang ingin menjadi anak berbakti silahkan mendekat, tapi jangan dekati hati aku yaaaa soalnya udah ada yang punya :p Sampai ketemu di Nunga's Journey selanjutnya!




See You,

Jakarta, 2 Oktober 2017

Ditulis saat keadaan rekening penuh dengan saldo karena habis gajihan :D
(Oh ya, ini adalah tulisan yang paling lamaaaa 'prosesnya'. Sempat merasakan writer block bingung mau lanjutin nulisnya gimana. Perlu 2 minggu untuk menuntaskan ini tulisan sambil sesekali liat foto untuk kembali membayangkan 'rasa' yang ada didalamnya. Ceileehh~)



Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.